Susah Konsentrasi? Jangan Anggap Remeh!!

Apakah anda sering mengalami kesulitan berkonsentrasi? Tidak selamanya kesulitan konsentrasi ini disebabkan oleh adanya masalah – misalnya masalah keluarga, masalah keuangan – yang kemudian mengganggu konsentrasi bejalar atau bekerja. Ada gangguan yang sifatnya lebih permanen dan tergolong sebagai gangguan kesehatan (jiwa), yang disebut sebagai attention deficit hyperactivity disorder atau disingkat ADHD (saya belum menemukan istilah ini dalam Bahasa Indonesia). Banyak dari gangguan ini yang sebenarnya sudah muncul sejak masa kanak-kanak, namun tidak disadari hingga penderita berusia remaja atau dewasa muda. Sebanyak 60% dari penderita ADHD anak-anak, akan  terus mengalami sindrom ini hingga dewasa. Padahal, jika disadari sejak dini, gangguan ini bisa diatasi untuk meminimalkan risiko rendahnya prestasi anak di sekolah maupun di bidang lain (olah raga, seni dan sebagainya).

Sebuah Kelompok Kerja untuk masalah ADHD pada orang dewasa bekerja sama dengan World Health Organization mengembangkan suatu instrumen berupa kuesioner untuk mendeteksi adanya gejala ADHD pada orang dewasa. (Sayangnya, saya belum menemukan instrumen seperti ini untuk anak-anak, sehingga masalah bisa diatasi sejak dini). Sebagaimana dimuat pada situs Health Magazine (www.health.com), instrumen ini terdiri dari 6 pertanyaan untuk mengidentifikasi ada tidaknya ADHD pada seorang dewasa (usia 18 tahun ke atas). Jika jawaban atas pertanyaan ini mendapat skor 11 atau lebih, mungkin simptom yang ada terkait dengan ADHD.

Beri skor:

0 untuk jawaban “Tidak Pernah”,

1 untuk jawaban “Sangat Jarang”,

2 untuk jawaban “Kadang-kadang”,

3 untuk jawaban “Sering” dan

4 untuk jawaban “Sangat Sering”

untuk pertanyaan-pertanyaan berikut ini.

  1. Terorganisir. Saat anda mendapat tugas yang membutuhkan pengorganisasian, seberapa sering anda mengalami kesulitan dalam mengatur segala sesuatunya?
  2. Memulai tugas. Saat anda mendapatkan tugas yang  membutuhkan banyak pemikiran, seberapa sering anda menghindar atau menunda untuk memulainya?
  3. Pengalih perhatian. Seberapa sering perhatian anda dialihkan oleh suara bising atau aktivitas lain di sekitar anda?
  4. Tetap di tempat. Seberapa sering anda meninggalkan kursi anda dalam sebuah meeting atau situasi lain dimana anda diharapkan tetap duduk di tempat sampai acara selesai?
  5. Merasa gelisah. Seberapa sering anda merasa resah atau gelisah?
  6. Antre. Seberapa sering anda mengalami kesulitan menunggu giliran nada (antre)?

Jika kesulitan berkonsentrasi yang dialami mengakibatkan stres, sebaiknya segera menemui dokter unutk memeriksa apakah kesulitan konsentrasi ini disebabkan oleh ADHD atau bukan. Jika tidak diterapi, ADHD bisa mengarah ke masalah emosional dan sosial.

Di Amerika lebih dari 10 juta orang dewasa – termasuk public figure – menderita ADHD (atau biasa juga disebut sebagai ADD). Berikut ini adalah beberapa contoh kasus public figure yang mengalami ADHD sejak usia kanak-kanak hingga dewasa, namun kemudian berhasil mengatasinya dan bahkan mengukir prestasi dibidangnya masing-masing.

  1. Michael Phelps. Dia adalah seorang atlet renang Olympic berusia 23 tahun yang sering membuat publik terpana karena kehebatannya dalam berkonsentrasi saat ada di kolam renang, sehingga tidak ada yang menyangka bahwa dia adalah penderita ADHD sejak kecil. Saat kelas 5 SD, gurunya mengeluh bahwa Phelps sulit untuk tetap duduk di bangkunya saat jam pelajaran berlangsung. Dokter mendiagnosis Phelps sebagai pengidap ADHD. Phelps sempat menjalani pengobatan selama 2 tahun, namun kemudian minta berhenti. Lalu ia mencoba melatih konsentrasinya di kolam renang.
  2. Solange Knowles. Penyanyi cantik yang juga adik penyanyi terkenal Beyonce ini mengatakan bahwa orang sering mengira ia menggunakan nakoba, padahal ia adalah penderita ADHD. Tadinya ia tidak percaya menderita ADHD sampai mendapatkan second opinion, karena umumnya ADHD dialami oleh pria. Namun penelitian saat ini mulai mengarah ke bagaimana ADHD mempengaruhi kehidupan kaum wanita.
  3. Ty Pennington. Bintang acara ABC’s Extreme Makeover: Home Edition ini mengatakan bahwa dia adalah anak yang susah dikontrol kecuali saat memegang krayon dan kertas. Selama di sekolah menengah dan universitas, prestasi akademiknya terbilang buruk, sampai dia diketahui mengidap ADHD. Setelah menjalani pengobatan beberapa waktu,perubahan mulai terjadi pada dirinya. Pennington mulai mendapat nilai A “dan itu mengubah hidup saya”, katanya. Kini ia juga menjadi spokeperson perusahan farmasi yang memproduksi obat ADHD.
  4. Howie Mandel. Pembawa acara Deal or No Deal ini terlihat tenang selama membawakan acara, namun sesungguhnya ADHD telah membuatnya impulsif dan sulit fokus, sampai akhirnya dia didiagnosis mengidap ADHD. Saat SMA dia pernah dikeluarkan dari sekolah karena kecenderungannya berbohong, dan 20 tahun kemudian baru ketahuan kalau dia sebenarnya mengidap ADHD. Saat ini dia menjadi spokeperson untuk kampanye Adult ADHD is Real yang mengupayakan pengobatan bagi penderita ADHD.
  5. James Carville. Politikus dan konsultan ini membantu memenangkan Bill Clinton pada pemilihan presiden tahun 1992. Tapi dia tidak selalu bisa fokus, katanya. Lulusan Fakultas Hukum ini mengatakan dia Cuma bisa fokus di masalah politik, karena masalah ini selalu berubah. Tahun 2007, Carville menjadi bintang tamu pada acara CHADD (Children and Adults With Attention Deficit/Hyperactivity Disorder) 20th Anniversary Hall of Fame Conference.
  6. Christopher Knight. Dia pernah sangat kesulitan dalam menemukan pola hidupnya. Pemeran pria kerdil Peter dalam serial TV Brady Bunch versi original ini lalu didiagnosis sebagai pengidap ADHD di tahun 1997.  Dia menjadi spokeperson pada National Consumer League’s AD/HD campaign.
  7. Cammi Granato. Dia pernah menjadi leader tim hockey es wanita US dan membawa timnya memenangkan emas di olimpiade Nagano Jepang tahun 1998. “ADHD mempengaruhi hidupku secara positif dan negatif”, katanya pada St. Louis Post-Dispatch tahun 2005. Wanita berusia 37 tahun ini mengaku bahwa perasaan gelisah terus menerus yang dialaminya justru membantunya mengukir prestasi di atas es.

Sumber: http://www.health.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: