Just for Fun :-D

Story #1

Saya sedang menghadiri suatu pesta akad nikah. Karena di dalam rumah sudah penuh dengan tamu, maka saya dan beberapa teman duduk di tempat yang sudah disediakan di luar. Kebetulan tempat duduk saya dekat dengan meja tempat hidangan makan siang untuk para tamu. Saat acara sambutan-sambutan sedang berlangsung, para staff catering sibuk menyiapkan segala sesuatunya. Bahkan salah satunya saya lihat tangannya masih terbungkus dengan handschoon plastik, menandakan si empunya tangan tadinya sibuk mengatur-ngatur makanan. Tapi kok…., sekarang dia malah sibuk menyingkap penutup meja, mencari-cari sesuatu di bawah meja, dengan handschoon masih terpasang? Jangan-jangan…, abis ini dia balik ke tempat makanan dan langsung menyentuh krupuk, sayuran dll…? *keeping my eyes on her* Ow..ow…..

Story #2

Saat acara Ijab Kabul selesai dan para tamu memberi selamat pada kedua mempelai dan keluarganya, mulailah acara makan-makan (ladies and gentlement… it’s party time!). Meskipun tadinya duduk di dekat tempat makanan di luar, namun ternyata kami malah dipersilahkan masuk dan menikmati hidangan yang disiapkan di dalam. Setelah semua selesai, lalu kami siap-siap pamit pulang (SMP = sesudah makan, pulang). Tapi ternyata ada tamu yang kayaknya salah make sepatu deh… Sepatu temen saya ga ada di tempat terakhir ditinggalkan. Setelah dicari-cari kesana kemari dan tanya sana sini, nggak ada yang nemu *makanya bang… beli sepatu tuh yang rada antik dikit, misalnya sepatu Aladin, biar ga ada yg nyamain!!! hihi…* Akhirnya salah satu panitia yang merasa nggak enak hati, meminjamkan sendal jepit ke temen saya biar pulangnya nggak nyeker. Hmm…, baru kali ini liat orang pulang kondangan atasannya batik bawahnya sendal jepit, hihihi…. Trend baru ya pak?

(wajah disensor agar terhindar dari tuntutan tehadap hak cipta. *maksoed loe??*)

 

Story #3

Saat berjalan keluar dari pesawat, di depan saya ada seorang anak laki-laki (kira-kira 4-5 thn usianya) berjalan disebelah ibunya. Karena saya jalannya cepat, anak itu noleh ke belakang (ke arah saya), tersenyum dan kemudian minggir untuk memberi saya jalan. Saya juga tersenyum ke arahnya dan berlalu. Tapi saya masih sempet denger ibunya ngomong, “Ih, si adek genit ya kalo liat cewek.. kayak ayah..” What??? Anak sekecil itu?? Huahuahuahua……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: