13 Reasons Why

Seorang teman yang sangat baik hati dan biasa meminjamkan buku-bukunya yang eksotik kepada saya, baru-baru ini meminjamkan sebuah novel remaja yang menarik. Well.., sebenarnya saya tidak begitu suka dengan novel remaja (inget umur bo!). Tapi yang satu ini memang beda (setuju dengan pendapat si pemilik buku). Penulisnya orang dewasa, pria, tapi masalah yang diangkat adalah masalah yang biasa terjadi pada remaja wanita. Dengan bahasa yang juga sederhana seperti bahasa remaja. Namun, dibalik kesederhanaannya itu, masalah yang dihadapi sama sekali tidak sederhana.

Oke, ini mungkin fiksi. Tapi penulisnya mengadakan sedikit riset (sedikit untuk ukuran laporan penelitian ilmiah) sebelum menulis. Risetnya antara lain dengan menggali informasi sebanyak-banyaknya pada istri, anak, ponakan, tetangga, anaknya teman dll (semuanya wanita) tentang kehidupan mereka saat remaja; tentang apa yang mereka biasa pikirkan dan lakukan, apa yang biasa mereka gosipkan, apa yang biasa mereka benci dan sukai, dan sebagainya. Hasilnya, buku yang cukup menarik untuk disimak, karena sangat mungkin terjadi pada anak remaja disekitar kita meskipun probabilitasnya sangat kecil.

Saya bukan bermaksud mempromosikan buku ini, karena saya tidak punya hubungan apa-apa dengan penulis maupun penerbit dan toko-toko buku distributornya. Saya cuma punya hubungan persahabatan dengan pemilik buku yang kebetulan selera bacaannya mirip dengan saya (well.., bacaan saya levelnya lebih sederhana sih.. hehe…). Ada beberapa hal menarik yang ingin saya ungkapkan mengenai isi buku ini (saya tidak berani menyebut review karena itu membutuhkan daya analisis yang mendalam, dengan metode ilmiah dan merefleksikannya dengan kondisi terkini. Do’h….).

Secara sederhana, buku ini menceritakan 13 alasan yang membuat seorang remaja bunuh diri. Menariknya adalah, sebelum bunuh diri dia merekam kisah hidupnya dengan menekankan pada 13 alasan yang mendorong dia mengambil keputusan tersebut. 12 dari 13 alasan tersebut adalah teman-teman sekolahnya. 1 yang terakhir adalah gurunya yang juga berperan sebagai konsulen di sekolah (kalau di sekolah-sekolah di Indonesia mungkin setara dengan Guru BP). Bagi orang lain, apa yang dialami anak ini mungkin bukan masalah besar. Namun coba kita menempatkan diri menjadi dia, berusia sekian, tumbuh dilingkungan yang seperti itu, dan berbagai kondisi lain yang ikut menambah beban batin si anak. Berawal dari finah yang menurut saya dibalas dengan 1 tamparan pada wajah di depan umum sudah lebih dari cukup. Namun akumulasi dari rentetan kejadian berikutnya yang membuat bunuh diri menjadi satu-satunya way out yang terpikirkan oleh anak ini.

Bayangkan jika kondisi ini terjadi pada anak, keponakan, atau anak teman kita. Saya yakin banyak dari kita yang akan menyesal jika mengetahui bahwa kita punya andil dari keputusan itu, atau bahwa kita sebenarnya bisa mencegah namun kita tidak cukup bersungguh-sungguh melakukannya – karena beranggapan bahwa itu adalah gejolak jiwa remaja yang sebentar lagi pasti akan reda. Hmm…, seandainya saja orang dewasa berhenti berpikir seperti itu untuk sejenak…. Mungkin anak itu tidak sampai bunuh diri. Mungkin remaja putri korban penculikan (atau whatever lah istilahnya) oleh kenalannya di dunia maya (seperti yang marak diberitakan akhir-akhir ini) tidak akan sebanyak ini jumlahnya. Mungkin narkoba jauh dari alam pikiran mereka. Mungkin seks bebas masih menjadi hal yang tabu bagi remaja ingusan. Mungkin….

2 Responses

  1. Kayaknya bagus tuh, judul lengkapnya apa ya? Dimana kita bisa beli

    • Judul lengkapnya “13 Reasons Why”, penulisnya Jay Asher.
      Belinya dimana yaa… saya juga cuma dipinjemin temen kok. Mungkin di Periplus ada. Ato di Kinokuniya yang di Plaza Senayan. Kalo nggak, pesen aja di amazon.com😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: