Menerima Guru

Hidup adalah proses belajar tiada henti. Kita telah menyia-nyiakan hidup jika tidak mengambil pelajaran darinya. Seorang siswa kehidupan harus dapat mengambil hikmah dari setiap kejadian di sekelilingnya dan menjadikannya sebagai referensi untuk lebih memahami makna hidup. Pelajaran tentang hidup tidak selalu berasal dari orang yang lebih tua, lebih pengalaman, atau lebih tinggi tingkat pendidikannya. Pelajaran tentang hidup juga bisa berasal dari orang yang jauh lebih muda, yang sering kita anggap lebih tidah tahu apa-apa dibanding kita. Persoalannya adalah mampukah kita menurunkan ego untuk bisa menerima apa yang “diajarkan”? Selama ini ego lah yang menjadi dinding penghalang sehingga pintu hati kita tidak terbuka untuk menerima pelajaran dari sumber yang menurut kita tidak layak. Sebaliknya, seorang Guru atau Dosen belum tentu dapat memberikan pelajaran kepada anak didiknya.

Cerita berikut ini diambil dari Milis BeCeKa mengenai bagaimana seharusnya pola pikir seorang Calon Guru dan Calon Siswa.

Setelah didesak terus tentang mengapa Guru tidak mau menerima siswa, akhirnya Guru mau juga angkat bicara.

“Nak, sesungguhnya bukannya bapamu yang pikun ini tidak mau menerima siswa, tapi yang bersangkutanlah yang belum sepenuhnya siap menerima seseorang sebagai Gurunya”.

 “Lho … bukankah mereka jelas-jelas meminta Bapa mengangkatnya sebagai siswa Bapa?”

 “Itulah persoalannya ….”, sahut Guru, “mereka masih menyangka kalau seorang Guru yang mengangkat seseorang sebagai siswa, padahal sesungguhnya siswalah yang menerima dan mengangkat seseorang sebagai Gurunya. Sebab hanya dengan begitulah proses belajar-mengajar bisa berlangsung betapa mestinya”.

***

Segera setelah seseorang menganggap seseorang sebagai Gurunya, apapun yang dikatakan pun tak dikatakannya, yang diperbuat pun tak diperbuatnya, itulah ajaran.

~anonymous.

Bali, Rabu, 30 Januari 2008.

2 Responses

  1. Benar. Saatnya guru dan murid saling menerima. Saling menyadari posisi masing2. Guru mjd guru yg baik dan bijak, murid mjd murid yg baik dan pintar. Sukses ya Bu Guru….

  2. Siip. Bhkan kita bisa belajar dari semut. Kalo sm org sablenk emangnya ada pelajaran Bu Buru?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: