Trauma Center itu apaan sih?

Ketika mendengar kata “Trauma Center” yang terlitas dalam benak kita pada umumnya adalah IGD di RS yang dilengkapi dengan peralatan Trauma Set. Jarang sekali yang berpikiran bahwa Trauma Centre tidak melulu soal menangani kasus trauma – oleh sebab kecelakaan lalu lintas maupun sebab lain – di IGD. Ini terlihat saat RS (yang sering saya lihat adalah RS Daerah) merencanakan untuk mengembangkan Trauma Center sebagai layanan unggulan dengan pertimbangan tingginya angka kecelakaan yang terjadi di daerahnya beroperasi. Tim Emergency harus siap memberikan penanganan dalam kondisi apapunKurang disadari bahwa Trauma Center adalah serangkaian pelayanan yang melibatkan beberapa fasilitas di dalam RS, mulai dari pre hospital (ambulans – kalau bisa 118), IGD, Pelayanan Penunjang Diagnostik 24 jam (lab, radiologi dan sebagainya), ICU, rawat inap, layanan farmasi 24 jam, rehabilitasi medik hingga pasca hospital yang teritegrasi dalam satu sistem yang saling terkait. Kosnsekuensinya adalah jika IGD sebagai “pintu masuk” pasien Trauma ke RS, maka instalasi lain yang “menerima limpahan” pasien Trauma dari IGD ini pun harus dilengkapi dengan SOP-SOP untuk penanganan trauma yang nyambung dengan SOP trauma di  IGD. Namun yang terjadi selama ini, RS ramai-rama membuat Trauma Center yang nota bene adalah IGD plus dalam perencanaan jangka menengah RS secara parsial, dengan melatih SDM dan meng-up grade peralatan di IGD saja.

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan Trauma Center?

Trauma center adalah sebuah fasilitas pelayanan kesehatan yang khusus menangani pasien trauma di rumah sakit, pelayanan tersebut dilakukan oleh beberapa dokter ahli seperti dokter ahli bedah, dokter anestesi serta perawat khusus dan menyediakan peralatan pendukung hidup lanjut secara cepat yang siap dalam 24 jam. Penanganan pasien trauma di Trauma Center didukung beberapa instalasi dan unit pelayanan yang kegiatannya saling mendukung, instalasi dan unit pendukung Trauma Center antara lain: Instalasi Rawat Darurat (IRD), ambulance, laboratorium, radiologi, kamar operasi, Intensive Care Unit (ICU), rehabilitasi medik dan apotek (Dayananda, 2004).

Sebuah Trauma Center pada sebuah rumah sakit dilengkapi dengan pelayanan medis gawat darurat secara komprehensif untuk pasien yang mengalami trauma berat atau luka berat yang siap 24 jam sehari. Pusat trauma telah dibentuk sebagai realisasi penetapan medis bahwa luka atau trauma perlu penanganan yang segera dan komplek termasuk pembedahan untuk mencegah kecacatan dan kematian dari pasien. Saat ini terjadi peningkatan insiden trauma karena adanya perkembangan industrialisasi, urbanisasi, adanya kekerasan di masyarakat, konflik sosial, dan bencana alam yang disebabkan oleh perbuatan manusia (Dayananda, 2004).

 Evakuasi korban dengan heli-med

Pelayanan Trauma Center dibentuk berdasarkan beberapa pertimbangan, antara lain: faktor geografis ditempat Trauma Center yang akan dibuat, jarak Trauma Center yang akan dikembangkan ke pelayanan Trauma Center yang sudah ada, faktor transportasinya, lokasi populasi dan kepadatan penduduk disekitar Trauma Center yang akan dikembangkan (Richardson & Colvin, 2007).

Menurut MacKanzie et.al (2003) pelayanan Trauma Center yang memberikan pelayanan khusus trauma terdiri dari 5 level yaitu:

1)      Level I

Memberikan pelayanan terhadap kasus–kasus trauma secara menyeluruh, yang merupakan sumber daya daerah setempat, termasuk sebagai sarana pendidikan, penelitian dan perencanaan sistem. Pada level ini menyediakan pelayanan kesehatan kasus trauma yang dilengkapi tenaga ahli seperti: dokter ahli bedah trauma, dokter ahli bedah umum, dokter ahli anestesi, dokter ahli lainnya, perawat dan dilengkapi perlengkapan resusitasi.

2)      Level II

Memberikan pelayanan trauma secara menyeluruh serta sebagai pendukung Trauma Center Level I pada daerah perkotaan yang besar atau sebagai rumah sakit utama pada daerah dengan kepadatan penduduk yang tinggi, namun di level ini tidak memerlukan atau mengadakan sarana pendidikan, penelitian yang berkelanjutan.

3)      Level III

Memberikan pelayanan terhadap kasus trauma, namun tidak memiliki atau menyediakan pelayanan ahli/spesialis secara penuh, tetapi memiliki sumber daya untuk resusitasi gawat darurat, bedah, pelayanan intensif dari hampir semua pasien trauma. Trauma Center level III memberikan pelayanan pada masyarakat yang akses ke Trauma Center level I atau II cukup jauh.

4)      Level IV dan V

Memberikan pelayanan terhadap kasus trauma pada daerah yang tidak memiliki pelayanan trauma yang lebih tinggi. Peranan dari Trauma Center level IV lebih terfokus pada resusitasi dan stabilisasi pasien serta mengatur proses rujukan pasien ke Trauma Center yang memilki perlengkapan yang lebih memadai serta berada di lokasi yang mudah diajangkau dalam waktu singkat.

 

American College of Surgeons tidak menandai secara spesifik Trauma Center level V, tetapi pada level ini disiapkan untuk memberikan pelayanan kesehatan pada pasien trauma di daerah-daerah yang jauh dari rumah sakit yang memiliki perlengkapan hidup lanjut.

Integrasi prosedur antar-fasilitas dalam RS diperlukan untuk menunjang Trauma CenterJadi jelas bahwa dengan memberi label “Trauma Center” yang disiapkan bukan hanya IGD 24 jam dengan SDM terlatih dalam penanganan kasus trauma melainkan berbagai fasilitas lain yang terkait dengan pelayanan di IGD tersebut. Fasilitas ini mulai dari penunjang diagnostik 24 jam, intensive care, OK, rawat inap dan sebagainya dengan standar operating procedures yang terintegrasi satu sama lain. Jika hanya IGD yang memiliki kualifikasi dan SOP untuk kasus trauma, maka sebenarnya RS tersebut tidak bisa mengklaim diri memiliki Fasilitas Trauma Center.

2 Responses

  1. thankyou for sharing this!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: