<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Cyclist-Karma</title>
	<atom:link href="http://triandyn.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://triandyn.wordpress.com</link>
	<description>Just another weblog to share stories and ideas</description>
	<lastBuildDate>Fri, 07 Jan 2011 14:27:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='triandyn.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/bfe471333bc9dcf2c6cd8183014208eb?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Cyclist-Karma</title>
		<link>http://triandyn.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://triandyn.wordpress.com/osd.xml" title="Cyclist-Karma" />
	<atom:link rel='hub' href='http://triandyn.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Susah Konsentrasi? Jangan Anggap Remeh!!</title>
		<link>http://triandyn.wordpress.com/2010/06/18/susah-konsentrasi-jangan-anggap-remeh/</link>
		<comments>http://triandyn.wordpress.com/2010/06/18/susah-konsentrasi-jangan-anggap-remeh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jun 2010 05:49:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>triandyn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[gangguan konsentrasi]]></category>
		<category><![CDATA[guideline]]></category>
		<category><![CDATA[healty living]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://triandyn.wordpress.com/?p=197</guid>
		<description><![CDATA[Apakah anda sering mengalami kesulitan berkonsentrasi? Tidak selamanya kesulitan konsentrasi ini disebabkan oleh adanya masalah – misalnya masalah keluarga, masalah keuangan – yang kemudian mengganggu konsentrasi bejalar atau bekerja. Ada gangguan yang sifatnya lebih permanen dan tergolong sebagai gangguan kesehatan (jiwa), yang disebut sebagai attention deficit hyperactivity disorder atau disingkat ADHD (saya belum menemukan istilah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triandyn.wordpress.com&amp;blog=11678507&amp;post=197&amp;subd=triandyn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/06/adhd-11.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-199" title="ADHD 1" src="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/06/adhd-11.jpg?w=300&#038;h=300" alt="" width="300" height="300" /></a>Apakah anda sering mengalami kesulitan berkonsentrasi? Tidak selamanya kesulitan konsentrasi ini disebabkan oleh adanya masalah – misalnya masalah keluarga, masalah keuangan – yang kemudian mengganggu konsentrasi bejalar atau bekerja. Ada gangguan yang sifatnya lebih permanen dan tergolong sebagai gangguan kesehatan (jiwa), yang disebut sebagai attention deficit hyperactivity disorder atau disingkat ADHD (saya belum menemukan istilah ini dalam Bahasa Indonesia). Banyak dari gangguan ini yang sebenarnya sudah muncul sejak masa kanak-kanak, namun tidak disadari hingga penderita berusia remaja atau dewasa muda. Sebanyak 60% dari penderita ADHD anak-anak, akan  terus mengalami sindrom ini hingga dewasa. Padahal, jika disadari sejak dini, gangguan ini bisa diatasi untuk meminimalkan risiko rendahnya prestasi anak di sekolah maupun di bidang lain (olah raga, seni dan sebagainya).</p>
<p><span id="more-197"></span>Sebuah Kelompok Kerja untuk masalah ADHD pada orang dewasa bekerja sama dengan World Health Organization mengembangkan suatu instrumen berupa kuesioner untuk mendeteksi adanya gejala ADHD pada orang dewasa. (Sayangnya, saya belum menemukan instrumen seperti ini untuk anak-anak, sehingga masalah bisa diatasi sejak dini). Sebagaimana dimuat pada situs Health Magazine (<a href="http://www.health.com/">www.health.com</a>), instrumen ini terdiri dari 6 pertanyaan untuk mengidentifikasi ada tidaknya ADHD pada seorang dewasa (usia 18 tahun ke atas). Jika jawaban atas pertanyaan ini mendapat skor 11 atau lebih, mungkin simptom yang ada terkait dengan ADHD.</p>
<p>Beri skor:</p>
<p>0 untuk jawaban “Tidak Pernah”,</p>
<p>1 untuk jawaban “Sangat Jarang”,</p>
<p>2 untuk jawaban “Kadang-kadang”,</p>
<p>3 untuk jawaban “Sering” dan</p>
<p>4 untuk jawaban “Sangat Sering”</p>
<p>untuk pertanyaan-pertanyaan berikut ini.</p>
<ol>
<li><strong>Terorganisir.</strong> Saat anda mendapat tugas yang membutuhkan pengorganisasian, seberapa sering anda mengalami kesulitan dalam mengatur segala sesuatunya?</li>
<li><strong>Memulai tugas.</strong> Saat anda mendapatkan tugas yang  membutuhkan banyak pemikiran, seberapa sering anda menghindar atau menunda untuk memulainya?</li>
<li><strong>Pengalih perhatian.</strong> Seberapa sering perhatian anda dialihkan oleh suara bising atau aktivitas lain di sekitar anda?</li>
<li><strong>Tetap di tempat.</strong> Seberapa sering anda meninggalkan kursi anda dalam sebuah meeting atau situasi lain dimana anda diharapkan tetap duduk di tempat sampai acara selesai?</li>
<li><strong>Merasa gelisah.</strong> Seberapa sering anda merasa resah atau gelisah?</li>
<li><strong>Antre.</strong> Seberapa sering anda mengalami kesulitan menunggu giliran nada (antre)?</li>
</ol>
<p>Jika kesulitan berkonsentrasi yang dialami mengakibatkan stres, sebaiknya segera menemui dokter unutk memeriksa apakah kesulitan konsentrasi ini disebabkan oleh ADHD atau bukan. Jika tidak diterapi, ADHD bisa mengarah ke masalah emosional dan sosial.</p>
<p>Di Amerika lebih dari 10 juta orang dewasa – termasuk public figure – menderita ADHD (atau biasa juga disebut sebagai ADD). Berikut ini adalah beberapa contoh kasus public figure yang mengalami ADHD sejak usia kanak-kanak hingga dewasa, namun kemudian berhasil mengatasinya dan bahkan mengukir prestasi dibidangnya masing-masing.</p>
<ol>
<li><strong><a href="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/06/michael-phelps-400x4001.jpg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-201" title="Olympics Day 9 - Swimming" src="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/06/michael-phelps-400x4001.jpg?w=150&#038;h=150" alt="" width="150" height="150" /></a>Michael Phelps</strong>. Dia adalah seorang atlet renang Olympic berusia 23 tahun yang sering membuat publik terpana karena kehebatannya dalam berkonsentrasi saat ada di kolam renang, sehingga tidak ada yang menyangka bahwa dia adalah penderita ADHD sejak kecil. Saat kelas 5 SD, gurunya mengeluh bahwa Phelps sulit untuk tetap duduk di bangkunya saat jam pelajaran berlangsung. Dokter mendiagnosis Phelps sebagai pengidap ADHD. Phelps sempat menjalani pengobatan selama 2 tahun, namun kemudian minta berhenti. Lalu ia mencoba melatih konsentrasinya di kolam renang.</li>
<li><strong><a href="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/06/solange-knowles-400x400.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-202" title="2008 World Music Awards - Arrivals" src="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/06/solange-knowles-400x400.jpg?w=150&#038;h=150" alt="" width="150" height="150" /></a>Solange Knowles</strong>. Penyanyi cantik yang juga adik penyanyi terkenal Beyonce ini mengatakan bahwa orang sering mengira ia menggunakan nakoba, padahal ia adalah penderita ADHD. Tadinya ia tidak percaya menderita ADHD sampai mendapatkan second opinion, karena umumnya ADHD dialami oleh pria. Namun penelitian saat ini mulai mengarah ke bagaimana ADHD mempengaruhi kehidupan kaum wanita.</li>
<li><strong>Ty Pennington</strong>. Bintang acara ABC&#8217;s <em>Extreme Makeover: Home Edition</em> ini mengatakan bahwa dia adalah anak yang susah dikontrol kecuali saat memegang krayon dan kertas. Selama di sekolah menengah dan universitas, prestasi akademiknya terbilang buruk, sampai dia diketahui mengidap ADHD. Setelah menjalani pengobatan beberapa waktu,perubahan mulai terjadi pada dirinya. Pennington mulai mendapat nilai A “dan itu mengubah hidup saya”, katanya. Kini ia juga menjadi spokeperson perusahan farmasi yang memproduksi obat ADHD.</li>
<li><strong>Howie Mandel</strong>. Pembawa acara <em>Deal or No Deal</em> ini terlihat tenang selama membawakan acara, namun sesungguhnya ADHD telah membuatnya impulsif dan sulit fokus, sampai akhirnya dia didiagnosis mengidap ADHD. Saat SMA dia pernah dikeluarkan dari sekolah karena kecenderungannya berbohong, dan 20 tahun kemudian baru ketahuan kalau dia sebenarnya mengidap ADHD. Saat ini dia menjadi spokeperson untuk kampanye <em>Adult ADHD is Real</em> yang mengupayakan pengobatan bagi penderita ADHD.</li>
<li><strong><a href="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/06/james-carville-400x400.jpg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-204" title="Meet The Press" src="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/06/james-carville-400x400.jpg?w=150&#038;h=150" alt="" width="150" height="150" /></a>James Carville</strong>. Politikus dan konsultan ini membantu memenangkan Bill Clinton pada pemilihan presiden tahun 1992. Tapi dia tidak selalu bisa fokus, katanya. Lulusan Fakultas Hukum ini mengatakan dia Cuma bisa fokus di masalah politik, karena masalah ini selalu berubah. Tahun 2007, Carville menjadi bintang tamu pada acara CHADD (Children and Adults With Attention Deficit/Hyperactivity Disorder) 20th Anniversary Hall of Fame Conference.</li>
<li><strong>Christopher Knight</strong>. Dia pernah sangat kesulitan dalam menemukan pola hidupnya. Pemeran pria kerdil Peter dalam serial TV Brady Bunch versi original ini lalu didiagnosis sebagai pengidap ADHD di tahun 1997.  Dia menjadi spokeperson pada National Consumer League&#8217;s AD/HD campaign.</li>
<li><strong><a href="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/06/cammi-granato-400x400.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-203" title="Womens Four Nations Cup: USA v Canada" src="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/06/cammi-granato-400x400.jpg?w=150&#038;h=150" alt="" width="150" height="150" /></a>Cammi Granato</strong>. Dia pernah menjadi leader tim hockey es wanita US dan membawa timnya memenangkan emas di olimpiade Nagano Jepang tahun 1998. “ADHD mempengaruhi hidupku secara positif dan negatif”, katanya pada <em>St. Louis Post-Dispatch</em> tahun 2005. Wanita berusia 37 tahun ini mengaku bahwa perasaan gelisah terus menerus yang dialaminya justru membantunya mengukir prestasi di atas es.</li>
</ol>
<p>Sumber: www.health.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/triandyn.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/triandyn.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/triandyn.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/triandyn.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/triandyn.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/triandyn.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/triandyn.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/triandyn.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/triandyn.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/triandyn.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/triandyn.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/triandyn.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/triandyn.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/triandyn.wordpress.com/197/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triandyn.wordpress.com&amp;blog=11678507&amp;post=197&amp;subd=triandyn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://triandyn.wordpress.com/2010/06/18/susah-konsentrasi-jangan-anggap-remeh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/844b4eb8c359f9ca24dd5426fe09c571?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">triandyn</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/06/adhd-11.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ADHD 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/06/michael-phelps-400x4001.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Olympics Day 9 - Swimming</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/06/solange-knowles-400x400.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">2008 World Music Awards - Arrivals</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/06/james-carville-400x400.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Meet The Press</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/06/cammi-granato-400x400.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Womens Four Nations Cup: USA v Canada</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>RS Pendidikan; The Best or The Worst?</title>
		<link>http://triandyn.wordpress.com/2010/06/10/rs-pendidikan-the-best-or-the-worst/</link>
		<comments>http://triandyn.wordpress.com/2010/06/10/rs-pendidikan-the-best-or-the-worst/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2010 04:20:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>triandyn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Teaching hospital]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://triandyn.wordpress.com/?p=190</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini pemerintah Indonesia sedang berupaya mengembangkan kapasitas pendidikan bagi tenaga kesehatan khususnya tenaga medis melalui pembangunan RS Akademik di berbagai universitas besar di Indonesia. Masalahnya adalah citra pelayanan di RS Pendidikan di Indonesia tidak sebaik di negara maju. Teaching Hospital di Belanda RS Pendidikan justru dikenal sebagai RS dengan mutu pelayanan paling tinggi. Hal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triandyn.wordpress.com&amp;blog=11678507&amp;post=190&amp;subd=triandyn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/06/picture1.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-192" title="Picture1" src="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/06/picture1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Saat ini pemerintah Indonesia sedang berupaya mengembangkan kapasitas pendidikan bagi tenaga kesehatan khususnya tenaga medis melalui pembangunan RS Akademik di berbagai universitas besar di Indonesia. Masalahnya adalah citra pelayanan di RS Pendidikan di Indonesia tidak sebaik di negara maju.</p>
<p><span id="more-190"></span></p>
<p><strong>Teaching Hospital di Belanda</strong></p>
<p>RS Pendidikan justru dikenal sebagai RS dengan mutu pelayanan paling tinggi. Hal ini disebabkan karena RS Pendidikan merupakan tempat berkarya para profesor dan dokter spesialis-sub spesialis dengan keahlian tertinggi yang tidak terdapat di RS non pendidikan. Selain itu, alat kedokteran tercanggih ada di RS Pendidikan. Meskipun untuk pendidikan, pasien tidak merasa dijadikan sebagai kelinci percobaan bagi para calon dokter maupun tenaga klinisi lainnya. Sebaliknya, pasien dengan sukarela (bahkan rela antri) agar kasusnya dibahas di kelas. Kelas yang dimaksud adalah sebuah ruangan besar menyerupai auditorium, dengan tempat tidur pasien yang terletak di tengah-tengah, dan dikelilingi oleh para mahasiswa dan dokter/staf pengajar yang mendiskusikan kasusnya. Dalam proses diskusi ini para audiens bisa mengajukan pertanyaan kepada pasien sebanyak mungkin untuk menggali informasi (anamnese) lebih dalam tentang kasus tersebut. Sebaliknya, pasien akan dengan senang hati menyampaikan apa yang menjadi keluhannya, karena dari situ pasien akan memperoleh medical advice gratis (dan komprehensif) tanpa membayar fee ke sekian banyak dokter spesialis/sub spesialis bahkan konsultan. Ini yang menjadi salah satu daya tarik bagi pasien di Belanda untuk berobat ke RS Pendidikan. Didukung oleh sistem manajemen pendidikan yang baik, maka mahasiswa maupun pasien mendapatkan manfaat yang optimal dari proses belajar mengajar seperti ini.</p>
<p><a href="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/06/mza.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-191" title="MZA" src="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/06/mza.jpg?w=300&#038;h=283" alt="" width="300" height="283" /></a></p>
<p>Sama seperti di Indonesia, RS Pendidikan di Belanda juga memiliki RS afiliasi pendidikan. Tujuannya antara lain adalah untuk memperkaya kasus yang dapat didiskusikan, diteliti dan ditangani oleh peserta didik. Mindset pendidikan dan riset adalah untuk mencari best practices dalam meningkatkan mutu pelayanan, bukan untuk memperoleh kredit point (bagi pengajar) atau SKS (bagi mahasiswa) sebagaimana yang banyak terjadi di Indonesia. Dengan mindset seperti ini, semua sumber daya yang dikerahkan untuk melakukan penelitian maupun riset dapat dianggap sebagai investasi untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada pasien, baik dari aspek klinisnya maupun aspek manajemen.</p>
<p><strong>Teaching Hospital di Australia</strong></p>
<p>Universitas tidak mengelola teaching hospital sendiri, melainkan berafiliasi dengan RS-RS yang ada yang sudah ditetapkan oleh pemerintah sebagai Teaching Hospital. Dengan demikian, terdapat hubungan simbiosis mutualisme antara Medical Faculty of Sydney University dengan teaching hospitals di Kota Sydney dan sekitarnya. Untuk menjamin mutu proses pendidikan, satu teaching hospital hanya dapat digunakan oleh satu medical school. Bisa saja sebuah teaching hospital digunakan oleh dua medical school asalkan mereka memiliki kurikulum yang sama, dimana hal ini sangat tidak umum. Klinisi (medical doctor) yang diangkat oleh teaching hospital dan terlibat dalam proses pendidikan klinik akan diberikan gelar akademik sebagai Clinical Associate Professor dan Clinical Professor, tergantung pada track record-nya dalam dunia pendidikan (termasuk kegiatan penelitian dan publikasi). Mereka tidak lagi mendapat honor atau fee dari kegiatan mengajar, karena itu merupakan bagian dari tugas yang harus mereka lakukan sebagai dokter pendidik. 90% dari kegiatan belajar mengajar klinik dilakukan oleh staf pendidik seperti ini.</p>
<p>Salah satu afiliasi teaching hospital di Kota Sydney adalah Westmead Hospital. Di Wesmead Hospital yang merupakan RS pemerintah, pelayanan diutamakan bagi masyarakat tidak mampu. Staf medis dan perawat yang bekerja di Westmead Hospital memiliki tugas utama memberikan pelayanan pada pasien. Tugas tambahannya adalah mendidik dan membimbing mahasiswa yang sedang menjalani rotasi klinik di Westmead Hospital. Namun dalam kegiatan akademik ini, tidak ada insentif tambahan bagi dokter yang bersangkutan karena sudah dianggap sebagai bagian dari tugasnya sebagai dokter di RS Pendidikan.</p>
<p>Sebaliknya, dokter (junior maupun senior) dari Medical Faculty pada jadwal tertentu tertentu akan berkunjung ke Westmead Hospital untuk turut merawat pasien sambil menjalankan proses pendidikan kepada mahasiswa (supervisi). Untuk menjalankan aktivitas ini pun dokter (tenaga pendidik) yang bersangkutan tidak mendapatkan insentif tambahan karena dianggap sudah bagian dari tugasnya sebagai dosen.</p>
<p>Benefit yang diterima oleh kedua belah pihak (Fakultas Kedokteran dan RS Pendidikan) adalah bagi FK jelas ada tempat praktek yang memiliki standar tinggi bagi mahasiswa kedokterannya. Praktek dengan real patients, serta real medical devices dan equipments akan meningkatkan penguasaan mahasiswa terhadap skill teknis medis yang harus dikuasai dan menghasilkan dokter-dokter berkompetensi tinggi. Bagi RS Pendidikan milik pemerintah, keterbatasan tenaga dokter yang mereka miliki – terkait dengan keterbatasan alokasi anggaran pemerintah – membuat kerjasama dengan Fakultas Kedokteran menjadi sesuatu yang menguntungkan. Dibandingkan dengan RS lain yang bukan pendidikan, RS pendidikan akan memiliki supply tenaga profesional (dokter senior dan junior) yang jumlahnya sangat banyak sehingga ada jaminan bahwa setiap hari pasien bisa dikunjungi oleh dokter. Di RS non pendidikan hal ini sulit dilakukan karena jumlah dokter terbatas dan jumlah pasien banyak, sehingga dokter tidak bisa mensupervisi pasien secara harian.</p>
<p>Hal  yang sama terjadi di RS swasta yang juga menjadi RS pendidikan bagi Medical School of Sydney University. Salah satu RS swasta yang menjadi afiliasi teaching hospital adalah Royal Shore North Hospital yang terletak di bagian utara Kota Sydney. Sebagai RS swasta, Royal Shore North Hospital melayani masyarakat Sydney dari kalangan atas. Namun atas sumbangan donatur, Royal Shore North Hospital memiliki Royal Shore North Clinical School yang digunakan sebagai fasilitas pendidikan bagi mahasiswa kedokteran dari beberapa univ di Sydney, terutama Medical School of Sydney University. Selain ini RSNH juga digunakan untuk merawat pasien dari kalangan menengah ke bawah karena biayanya yang lebih murah dengan adanya subsidi dari pemerintah melalui universitas. Simbiosis mutualisme yang terjadi mirip dengan di Westmead Hospital. Bahkan beberapa peralatan canggih merupakan sumbangan dari universitas untuk melengkapi pelayanan di RSNH agar proses pendidikan dapat berjalan dengan lebih baik. bagi NCS sumbangan-sumbangan seperti ini tentu saja akan meningkatkan daya saing mereka dibanding RS swasta sekelas, selain itu mereka juga secara rutin menerima visitasi dokter ahli dari Sydney University.</p>
<p><strong>Bagaimana dengan RS Pendidikan di Indonesia?</strong></p>
<p>bersambung..<strong>..<br />
</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/triandyn.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/triandyn.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/triandyn.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/triandyn.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/triandyn.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/triandyn.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/triandyn.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/triandyn.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/triandyn.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/triandyn.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/triandyn.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/triandyn.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/triandyn.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/triandyn.wordpress.com/190/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triandyn.wordpress.com&amp;blog=11678507&amp;post=190&amp;subd=triandyn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://triandyn.wordpress.com/2010/06/10/rs-pendidikan-the-best-or-the-worst/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/844b4eb8c359f9ca24dd5426fe09c571?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">triandyn</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/06/picture1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Picture1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/06/mza.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">MZA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Format Standar Pelayanan Minimal *)</title>
		<link>http://triandyn.wordpress.com/2010/05/22/format-standar-pelayanan-minimal/</link>
		<comments>http://triandyn.wordpress.com/2010/05/22/format-standar-pelayanan-minimal/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 May 2010 03:10:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>triandyn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Badan Layanan Umum Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[BLUD]]></category>
		<category><![CDATA[Public Hospital]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[SPM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://triandyn.wordpress.com/?p=179</guid>
		<description><![CDATA[Banyak yang sering keliru dalam menerjemahkan SPM sebuah Rumah Sakit. Sebagai contoh, sebuah rumah sakit memiliki visi menjadi pelayanan unggulan bagi masyarakat di daerahnya. Indikator tercapainya pelayanan unggulan tersebut adalah tercapainya SPM. Ini tentu saja keliru sebab SPM (Standar Pelayanan Minimal) adalah merupakan batas bawah dari kemampuan sebuah rumah sakit. Jadi input, proses dan output [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triandyn.wordpress.com&amp;blog=11678507&amp;post=179&amp;subd=triandyn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak yang sering keliru dalam menerjemahkan SPM sebuah Rumah Sakit. Sebagai contoh, sebuah rumah sakit memiliki visi menjadi pelayanan unggulan bagi masyarakat di daerahnya. Indikator tercapainya pelayanan unggulan tersebut adalah tercapainya SPM. Ini tentu saja keliru sebab SPM (Standar Pelayanan Minimal) adalah merupakan batas bawah dari kemampuan sebuah rumah sakit. Jadi input, proses dan output dari sebuah RS tidak boleh kurang dari batas bawah yang telah ditetapkan tersebut. <span id="more-179"></span></p>
<p>Jika dianalogikan dengan anak sekolah, seorang anak dikatakan sudah menguasai pelajaran sebelumnya dan boleh melanjutkan ke level berikutnya jika ia mampu melewati ujian/tes evaluasi dengan nilai tidak kurang dari 6. Mendapat nilai 6 atau lebih adalah pertanda (indikator) bahwa si anak sudah menguasai pelajaran sebelumnya. Jika nilainya kurang dari 6, maka itu adalah pertanda bahwa ia harus mengulang. Jika anak tersebut ingin menjadi unggulan (juara kelas), maka tidak cukup dengan nilai 6 (batas bawah). Ia harus mampu melewati tes tersebut dengan nilai setinggi-tingginya, mengalahkan teman-temannya yang lain. Saat ia memperoleh nilai tertinggi maka ia disebut sebagai juara. Ini adalah indikator bahwa ia unggul dibandingkan dengan “pesaing-pesaing”nya.</p>
<p>Jadi indikator SPM tentu saja berbeda dengan indikator visi. Indikator SPM diciptakan supaya pelayanan di RS tidak lebih rendah dari batas minimal yang diijinkan, untuk menjamin keselamatan pasien maupun petugas. SPM ini merupakan janji Pemerintah dan RS yang bersangkutan bahwa pelayanan yang akan diberikan kepada masyarakat tidak akan lebih rendah dari nilai-nilai yang tercantung dalam SPM tersebut. Oleh karena itu SPM harus ditandatangani oleh pemerintah dari RS yang menerapkan BLUD.</p>
<p>Menyusun SPM tidak mudah. Diperlukan komitmen dari seluruh komponen yang ada di rumah sakit untuk menyepakati mengenai indikator yang akan digunakan untuk mengukur mutu pelayanan, cara mengukurnya, batas waktu pencapaian, dan sebagainya, hingga alokasi anggaran yang diperlukan untuk mencapai SPM tersebut. Menurut Permendagri No. 61 Tahun 2007, format SPM untuk Badan Layanan Umum Daerah adalah sebagai berikut.</p>
<p><a href="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/05/format-spm1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-181" title="Format SPM" src="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/05/format-spm1.jpg?w=468&#038;h=200" alt="" width="468" height="200" /></a></p>
<p>Sebuah Standar Pelayanan Minimal harus memuat komponen: indikator, dimensi mutu, tujuan indikator, rasionalisasi, definisi termonilogi yang akan digunakan, frekuensi updateing (pengumpulan) data, periode dilakukannya analisis, numerator (pembilang), denominator (penyebut), standar pencapaian (treshold/target) dan sumber data (nominator dan denominator).</p>
<p><a href="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/05/tabel-spm.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-182" title="Tabel SPM" src="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/05/tabel-spm.jpg?w=468" alt=""   /></a></p>
<p>Untuk menyusun SPM secara utuh dan kemudian dituangkan kedalam Perda, outline atau kerangka yang dapat digunakan adalah sebagai berikut.</p>
<ul>
<li>Bab I Pendahuluan yang terdiri dari;
<ul>
<li>Latar Belakang</li>
<li>Maksud dan tujuan</li>
<li>Pengertian umum dan khusus</li>
<li>Landasan Hukum</li>
</ul>
</li>
<li>Bab II Sistematika Dokumen Standar Pelayanan Minimal      Rumahsakit</li>
<li>Bab III Standar Pelayanan Minimal Rumahsakit.
<ul>
<li>Jenis Pelayanan</li>
<li>SPM setiap jenis pelayanan,Indikator dan Standar</li>
</ul>
</li>
<li>Penutup</li>
<li>Lampiran</li>
</ul>
<p>*) dari berbagai sumber</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/triandyn.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/triandyn.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/triandyn.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/triandyn.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/triandyn.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/triandyn.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/triandyn.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/triandyn.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/triandyn.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/triandyn.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/triandyn.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/triandyn.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/triandyn.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/triandyn.wordpress.com/179/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triandyn.wordpress.com&amp;blog=11678507&amp;post=179&amp;subd=triandyn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://triandyn.wordpress.com/2010/05/22/format-standar-pelayanan-minimal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/844b4eb8c359f9ca24dd5426fe09c571?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">triandyn</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/05/format-spm1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Format SPM</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/05/tabel-spm.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tabel SPM</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Frequently Asked Questions about BLUD</title>
		<link>http://triandyn.wordpress.com/2010/05/21/frequently-asked-questions-about-blud/</link>
		<comments>http://triandyn.wordpress.com/2010/05/21/frequently-asked-questions-about-blud/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 May 2010 02:53:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>triandyn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Layanan Umum Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[BLUD]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit Daerah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://triandyn.wordpress.com/?p=172</guid>
		<description><![CDATA[1. Apa yang lebih dahulu dilakukan? Darimana saya mulai dan apa saja yang perlu? Pertanyaannya mudah, tapi jadi sulit dijawab karena tidak ada informasi spesifik mengenai apa saja yang sudah dilakukan oleh RS anda sampai saat ini. Misalnya apakah sudah ada upaya menggalang komitmen yang bulat dari pimpinan daerah dan manajemen? Bagaimana dengan komitmen di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triandyn.wordpress.com&amp;blog=11678507&amp;post=172&amp;subd=triandyn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>1. Apa yang lebih dahulu dilakukan? Darimana saya mulai dan apa saja yang perlu?</strong></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#333399;">Pertanyaannya mudah, tapi jadi sulit dijawab karena tidak ada informasi spesifik mengenai apa saja yang sudah dilakukan oleh RS anda sampai saat ini. Misalnya apakah sudah ada upaya menggalang komitmen yang bulat dari pimpinan daerah dan manajemen? Bagaimana dengan komitmen di level staf? Apakah sudah punya Pokja? dan seterusnya&#8230;.<span id="more-172"></span></span></p>
<p><strong>2. Kira-kira apa saja yg perlu dipersiapkan pertama kali oleh sebuah RS untuk menuju BLUD, yang perlu kami bentuk sebagai fondasinya?</strong></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#333399;">Mulai dengan kegiatan yang sistematis untuk menyusun syarat BLUD (RS sudah punya apa saja dari syarat ini: Renstra Bisnis, Dokumen Tata Kelola, Dokumen SPM, Laporan Keuangan Pokok?). Jika belum punya sebaiknya bentuk Pokja yang akan bertanggung jawab terhadap tersusunnya dokumen-dokumen tersebut. </span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#333399;">Selain itu, Tim Penilai juga bisa mulai disiapkan dari sekarang, meskipun pada kenyataannya secara formal baru akan dibentuk setelah RS mengajukan permohonan menjadi BLUD. Tim Penilai dari sekarang bisa dibekali dengan berbagai aturan terkait dengan BLUD, prosesnya, dan tata cara penilaiannya. Dan yang terpenting adalah Tim Penilai memahami benar apa esensi dari BLUD tersebut. Setelah RSUD, bisa saja ada SKPD lain yang juga siap untuk di BLUD-kan. </span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#333399;">Jika syarat administratif sudah selesai, RSUD bisa mulai membuat RBA (berdasarkan pada RSB) dan menyiapkan draft aturan Bupati yang diperlukan sambil menunggu proses penilaian (misalnya aturan ttg remunerasi, aturan ttg pengadaan barang dan jasa, dll sebagaimana diatur oleh Permendagri 61/2007). </span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#333399;">Meyiapkan aturan ini bisa sambil jalan. Artinya RS bisa ditetapkan sebagai BLUD tanpa harus menunggu aturan-aturan ini selesai dibuat. Yang penting saat ditetapkan sebagai BLUD, RBA-nya sudah siap. Setelah itu sambil berjalan aturan-aturan lain bisa disiapkan juga.</span></p>
<p><span style="color:#333399;"> </span></p>
<p><strong>3. Banyak sekali info yang diterima/masuk di tempat kami ini, seperti kalau mau BLUD minta dibimbing dari DepKeu dsb&#8230;. sehingga mau mulai darimana jadi bingung pimpinan disini.</strong></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#333399;">Memang sebaiknya RSUD berhati-hati dalam menerima tawaran pelatihan BLUD, karena ternyata banyak pihak yang memanfaatkan moment ini untuk kepentingan pribadi. Jika ada yang aneh-aneh atau merasa ragu, silahkan menghubungi BAKD Depdagri. Depkeu tidak membimbing BLUD, melainkan membimbing BLU. Mungkin ada beberapa SKPD yang minta bantuan ke Depkeu, sebatas masalah pelaporan keuangannya.</span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#333399;"><br />
</span></p>
<p><strong>4. RSUD mana saja yang sudah BLUD?</strong></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#333399;">RS yang sudah BLUD sudah banyak. Awal 2009 saja sudah hampir 100 RS yang sudah ditetapkan menjadi BLUD. Anda bisa menghubungi ARSADA Pusat atau BAKD Depdagri untuk mnegetahui RSUD mana saja yang sudah menerapkan BLUD.</span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#333399;"><br />
</span></p>
<p><strong>5. Kami berencana melakukan akan studi banding ke RSUD yang sudah  menerapkan BLUD, bisa rekomendasikan ke RSUD mana?</strong></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#333399;">Untuk tempat studi banding silahkan kontak ARSADA Pusat atau BAKD Depdagri untuk mengetahui RSUD mana saja yang sudah menerapkan PPK BLUD dan prosesnya benar. Sebab banyak RS yang menjadi PPK BLUD namun proses menuju maupun implementasinya tidak sesuai dengan falsafah BLUD itu sendiri. </span></p>
<p><strong>6. Untuk membuat pokja-pokja BLUD, apakah ada persyaratan khusus mengenai siapa saja yang bisa duduk di satu pokja? Kami sering mendapatkan &#8220;titipan-titipan&#8221; sana sini.</strong></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#333399;">Syarat utamanya harus mau <strong>kerja keras</strong>.<br />
Untuk syarat lainnya secara lebih detil bisa lihat di <span style="color:#0000ff;"><a href="../2010/03/10/pokja-untuk-efektivitas-proses-ke-ppk-blud/" target="_blank">http://triandyn.wordpress.com/2010/03/10/pokja-untuk-efektivitas-proses-ke-ppk-blud/</a></span></span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#333399;"><span style="color:#0000ff;"><br />
</span></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><strong>7. Diantara 4 pokja, mana yang harus didahulukan jika sumber daya RS tidak memungkinkan untuk menjalankan semuanya sekaligus?</strong></span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#333399;">Biasanya laporan keuangan utk syarat BLUD, RS sudah punya karena tiap tahun bikin laporan. Sehingga Pokja keuangan tidak terlalu urgent. Yang masih bermasalah di laporan keuangan RSUD saat ini biasanya hanya di Neraca. Namun Pokja keuangan diperlukan untuk memahami model laporan keuangan pasca ditetapkan sebagai BLUD. </span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#333399;">Untuk pokja lainya, sebaiknya SPM bekerja lebih dulu sebelum Pokja RSB. Karena nanti output dari SPM akan digunakan untuk menyusun RSB, yaitu indikator kinerja dan program tahunan. Sedangkan Pokja Tata Kelola bisa kapan saja. Namun Pokja Tata Kelola perlu mendapat masukan dari Pokja RSB, jika direncanakan ada perubahan struktur organisasi secara signifikan.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/triandyn.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/triandyn.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/triandyn.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/triandyn.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/triandyn.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/triandyn.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/triandyn.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/triandyn.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/triandyn.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/triandyn.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/triandyn.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/triandyn.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/triandyn.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/triandyn.wordpress.com/172/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triandyn.wordpress.com&amp;blog=11678507&amp;post=172&amp;subd=triandyn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://triandyn.wordpress.com/2010/05/21/frequently-asked-questions-about-blud/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/844b4eb8c359f9ca24dd5426fe09c571?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">triandyn</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Compost. Yes, Compost.</title>
		<link>http://triandyn.wordpress.com/2010/04/13/compost-yes-compost/</link>
		<comments>http://triandyn.wordpress.com/2010/04/13/compost-yes-compost/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Apr 2010 04:43:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>triandyn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Go Green]]></category>
		<category><![CDATA[Global Warming]]></category>
		<category><![CDATA[Recycle]]></category>
		<category><![CDATA[sampah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://triandyn.wordpress.com/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[By Patrick Doran (published by www.nature.org) This past summer, my family consumed dozens of watermelons and enough apples to fill a tree. These foods not only help my family grow; next year, they will help my garden grow. I compost — I confess it. It wasn&#8217;t always easy. I floundered for a couple of years. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triandyn.wordpress.com&amp;blog=11678507&amp;post=167&amp;subd=triandyn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>By Patrick Doran</em></strong></p>
<p>(published by www.nature.org)</p>
<p>This past summer, my family consumed dozens of  watermelons and enough apples to fill a tree. These foods not only help  my family grow; next year, <strong>they will help my garden grow</strong>.</p>
<p>I compost — I confess it. It  wasn&#8217;t always easy. I floundered for a couple of years. But now every  bit of compostible material from my kitchen and yard makes its way  through <strong>my pair of backyard compost bins</strong> — two black,  recycled-plastic beauties, one of which I purchased through <a href="http://www.eatoncounty.org/Recycle/COMPOST.HTM" target="_blank">a  local municipal waste facility</a> for less than $40.</p>
<p><a href="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/04/compost.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-168" title="compost" src="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/04/compost.jpg?w=468" alt=""   /></a></p>
<p>Here&#8217;s how I do it:<span id="more-167"></span></p>
<ul>
<li>
<div>When my <a href="http://www.gardeners.com/Country-Compost-Crock/default/36-480.prd" target="_blank">kitchen countertop composter</a> is full — which  happens a few times a week — I take it out to the bin. I take a pitch  fork, make a hole in the composting materials already in there, dump the  stuff and cover it up.</div>
</li>
<li>
<div>I <strong>stir the bin  up once every week or two</strong> with the pitch fork. I also add  leaves and grass at times.</div>
</li>
<li>
<div>In the fall, I put the  rest of my yard&#8217;s leaves in a small wooded garden in my backyard. About  this time, <strong>I stop adding to one bin and start adding to the  other</strong>. In the spring, I put the contents of the old one in the  garden and add to the new one throughout the summer.</div>
</li>
<li>
<div><strong>Mix and repeat</strong>.</div>
</li>
</ul>
<p>Mind you, I live on a ¼-acre  suburban lot. My gardens are small. But this great little science  project never fails to amaze me:</p>
<ul>
<li>
<div><strong>Less waste</strong> goes into the garbage stream.</div>
</li>
<li>
<div>I have <strong>no need  for other fertilizers</strong> in my gardens.</div>
</li>
<li>
<div>My <strong>three-year-old  loves dropping a banana peel into the kitchen compost bin</strong> and  telling me it’s time to take the compost out.</div>
</li>
</ul>
<p>Everyday. Environmental. And  very simple.</p>
<p><em>The opinions  expressed in this article are the author&#8217;s and do not represent those of  The Nature Conservancy.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/triandyn.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/triandyn.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/triandyn.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/triandyn.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/triandyn.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/triandyn.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/triandyn.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/triandyn.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/triandyn.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/triandyn.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/triandyn.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/triandyn.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/triandyn.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/triandyn.wordpress.com/167/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triandyn.wordpress.com&amp;blog=11678507&amp;post=167&amp;subd=triandyn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://triandyn.wordpress.com/2010/04/13/compost-yes-compost/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/844b4eb8c359f9ca24dd5426fe09c571?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">triandyn</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/04/compost.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">compost</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>This World Water Day, a Salute to the Unsung Heroes of Clean Water</title>
		<link>http://triandyn.wordpress.com/2010/04/11/this-world-water-day-a-salute-to-the-unsung-heroes-of-clean-water/</link>
		<comments>http://triandyn.wordpress.com/2010/04/11/this-world-water-day-a-salute-to-the-unsung-heroes-of-clean-water/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Apr 2010 10:51:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>triandyn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Go Green]]></category>
		<category><![CDATA[Global Warming]]></category>
		<category><![CDATA[Hemat air]]></category>
		<category><![CDATA[National Geographic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://triandyn.wordpress.com/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[By Sandra Postel, National Geographic Freshwater FellowWe don&#8217;t see or hear them, but every day they quietly go about their work&#8211;filtering and cleansing our rivers and streams. And if we don&#8217;t act soon, they&#8217;ll disappear from the workforce just when we need them most. I&#8217;m talking about shiny pigtoes, monkeyface, pink heelsplitter, and purple wartyback&#8211;freshwater [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triandyn.wordpress.com&amp;blog=11678507&amp;post=165&amp;subd=triandyn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>By  Sandra Postel, National Geographic Freshwater Fellow</strong>We don&#8217;t see or hear them, but every day they quietly go about their  work&#8211;filtering and cleansing our rivers and streams. And if we don&#8217;t  act soon, they&#8217;ll disappear from the workforce just when we need them  most.</p>
<p><img src="http://blogs.nationalgeographic.com/blogs/thegreenguide/freshwater-mussels-photo-small.jpg" alt="freshwater-mussels-photo-small.jpg" width="250" height="169" /><span id="more-165"></span></p>
<p>I&#8217;m talking about shiny pigtoes,  monkeyface, pink heelsplitter, and purple wartyback&#8211;freshwater mussels  with funny names that belie the seriousness of their labors. They suck  water in, filter out bits of algae, bacteria and other tiny particles,  and then release it back to the river cleaner than before.</p>
<p>One mussel alone can cleanse as much as a gallon of water per hour.  Add up the work of a whole mussel community, and you get a virtual water  treatment plant.</p>
<p>According to <a href="http://www.biodrawversity.com/fresh_water_mussel.htm">Ethan Nedeau</a>,  an expert on the freshwater mussels of New England, even half the  population of mussels at work in a one-half mile segment of New  Hampshire&#8217;s Ashuelot River can help cleanse more than 11.2 million  gallons of water a day&#8211;roughly the quantity of household water used by  112,000 people.</p>
<p>The United States ranks first in the world in the number of known  species of freshwater mussels&#8211;292, compared with just 10 in all of  Europe. But we&#8217;re losing these &#8220;living filters&#8221; all too fast.</p>
<p>Today 69 percent of U.S. freshwater mussel species are to some degree  at risk of extinction or already extinct. The most diverse assemblage  of freshwater mussels ever known was located in the middle stretch of  the Tennessee River in northern Alabama. Before the damming of the river  in the early 1900s, 69 mussel species had been spotted in this reach;  32 of them have apparently disappeared, with no recording sightings in  nearly a century.</p>
<p>My favorite freshwater mussel is the orange-nacre mucket (Lampsilis  perovalis), found only in the rivers and streams of Alabama&#8217;s Mobile  River basin. Like many freshwater mussels, the orange-nacre mucket has a  fascinating life cycle and exhibits some of the most sophisticated  mimicry in the animal kingdom.</p>
<p>The females essentially use their offspring to lure fish into helping  them colonize new stream bottoms. They package their larvae at the end  of jelly&#8211;like tubes that can extend eight feet out into the water. To  fish swimming by, the larvae dancing in the riffles of the river current  looks like a tasty minnow. When the fish bites, the tube breaks,  releasing the larvae into the stream. A few of the offspring attach to  the fish&#8217;s gills and hitchhike around with their finned host for a week  or two, absorbing nutrients and growing along the way. Finally, the  young mussels drop off, float to the river bottom, and colonize new  territory&#8211;and before long begin their vital task of water purification.</p>
<p>Along with 16 other threatened or endanged mussel species in the  Mobile watershed, the orange-nacre mucket is at risk of extinction&#8212;in  large part due to excessive pollution and dams that have diminished the  river habitat they need to survive.</p>
<p>To me, the loss of such industrious, fascinating creatures diminishes  more than our water quality&#8211;it diminishes our natural heritage and our  world.</p>
<p>Only habitat improvements, in some cases combined with mussel  breeding and release efforts, can save these and the other 200  freshwater mussel species at risk nationwide.</p>
<p>So as we celebrate World Water Day, I hope we also celebrate the  freshwater mussels that help keep our waters clean and healthy&#8211;and  commit to efforts to conserve them.</p>
<p>Because I bet we&#8217;ll miss these little creatures with the whimsical  names when they&#8217;re gone.</p>
<p><img src="http://blogs.nationalgeographic.com/blogs/thegreenguide/13159_100x75-cb1268419314.jpg" alt="13159_100x75-cb1268419314.jpg" width="100" height="75" /> <em>Sandra Postel directs the  independent Global Water Policy Project and lectures, writes, and  consults on international water issues. She is also Freshwater Fellow of  the National Geographic Society, and serves as lead water expert for  the Society&#8217;s freshwater initiative. Postel is the author of several  acclaimed books, including Last Oasis, which appears in eight languages  and was the basis for a 1997 PBS documentary, and is co-author, with  Brian Richter, of Rivers for Life. Her essay &#8220;Troubled Waters&#8221; was  selected for Best American Science and Nature Writing. From 2000 to  2008, Postel served as visiting senior lecturer at Mount Holyoke  College, and later in that term as director of the college&#8217;s Center for  the Environment. Postel is a 1995 Pew Scholar in Conservation and the  Environment, and in 2002 was named one of the &#8220;Scientific American 50&#8243;  for her contributions to water policy.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/triandyn.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/triandyn.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/triandyn.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/triandyn.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/triandyn.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/triandyn.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/triandyn.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/triandyn.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/triandyn.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/triandyn.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/triandyn.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/triandyn.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/triandyn.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/triandyn.wordpress.com/165/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triandyn.wordpress.com&amp;blog=11678507&amp;post=165&amp;subd=triandyn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://triandyn.wordpress.com/2010/04/11/this-world-water-day-a-salute-to-the-unsung-heroes-of-clean-water/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/844b4eb8c359f9ca24dd5426fe09c571?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">triandyn</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blogs.nationalgeographic.com/blogs/thegreenguide/freshwater-mussels-photo-small.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">freshwater-mussels-photo-small.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blogs.nationalgeographic.com/blogs/thegreenguide/13159_100x75-cb1268419314.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">13159_100x75-cb1268419314.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEMBAHYANG</title>
		<link>http://triandyn.wordpress.com/2010/04/11/sembahyang/</link>
		<comments>http://triandyn.wordpress.com/2010/04/11/sembahyang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Apr 2010 04:25:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>triandyn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Art and Religion]]></category>
		<category><![CDATA[iklas]]></category>
		<category><![CDATA[Pengendalian diri]]></category>
		<category><![CDATA[sembahyang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://triandyn.wordpress.com/?p=163</guid>
		<description><![CDATA[Pagi hari itu, seperti biasa, sudah mulai nampak beberapa orang tamu yang datang melakukan sembahyang. Bermacam-macam keperluan pribadi masing-masing yang datang bersembahyang. Ada yang bermaksud untuk minta sesuatu, agar sesuatu yang mereka citakan akan segera terkabul, di antaranya, ingin mempunyai anak, ingin segera memperoleh jodoh, ingin agar dagangannya laris, ingin agar mendapatkan kenaikan pangkat, ingin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triandyn.wordpress.com&amp;blog=11678507&amp;post=163&amp;subd=triandyn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span>Pagi hari itu, seperti biasa, sudah mulai nampak beberapa orang tamu yang datang  melakukan sembahyang. Bermacam-macam keperluan pribadi masing-masing yang datang  bersembahyang. Ada yang bermaksud untuk minta sesuatu, agar sesuatu yang mereka  citakan akan segera terkabul, di antaranya, ingin mempunyai anak, ingin segera  memperoleh jodoh, ingin agar dagangannya laris, ingin agar mendapatkan kenaikan  pangkat, ingin agar ujiannya lulus, dan sebagainya. Ada pula yang datang dengan  wajah berseri untuk membayar kaul seperti yang dijanjikan. Banyak di antara  mereka para peminta-minta ini yang dalam permintaannya selalu diberikuti  janji-janji kepada yang mereka minta, janji-janji bahwa kalau sampai permintaan  mereka berhasil, mereka akan melakukan ini atau itu, pendeknya melakukan sesuatu  untuk menyenangkan yang diminta, sebagai semacam imbalan! <span id="more-163"></span></p>
<p>Memang  demikianlah keadaan hidup kita semenjak kuno dahulu sampai pada jaman modern  sekarang ini! Segala macam hubungan kita dengan apapun dan dengan siapapun,  selalu didasari jual beli, rugi untung seperti itulah! Tidak ada lagi sinar  cinta kasih di dalam batin kita, yang ada hanyalah perhitungan jual beli seperti  itu. Kita bersikap baik kepada sesama manusia hanya dengan dasar jual beli pula,  kita baik sebagai pemberian sesuatu untuk memperoleh kebaikan pula yang lebih  besar daripada yang kita berikan sehingga hal itu akan menguntungkan! Kita  menyembah seseorang atau sesuatu yang kita anggap lebih tinggi hanya dengan  dasar keuntungan ini pula!</p>
<p>Kita menyembah-nyembah sesuatu yang baik atau  yang kita anggap baik kepada kita, dan kita mengutuk atau membenci sesuatu yang  kita anggap tidak baik kepada kita! Inilah kenyataannya dalam kehidupan kita  yang serba palsu ini. Sinar matahari itu memberkati dan menghidupkan bagi  siapanpun juga, tanpa memilih apakah yang menerima itu baik atau buruk, tinggi  atau rendah, agung atau hina! Juga sinar matahari itu mendatangkan panas  terhadap siapapun juga, dari raja sampai pengemis tanpa pandang bulu! Akan  tetapi, kita kehilangan sinar cinta kasih itu! Kita hanya suka dan cinta kepada  orang-orang tertentu saja, yang menyenangkan kita, yang kita anggap baik kepada  kita. Sebaliknya kita membenci kepada orang-orang tertentu yang kita anggap  merugikan lahir atau batin kepada kita.</span></p>
<p><span>Sumber: Milis BeCeKa<br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/triandyn.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/triandyn.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/triandyn.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/triandyn.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/triandyn.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/triandyn.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/triandyn.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/triandyn.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/triandyn.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/triandyn.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/triandyn.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/triandyn.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/triandyn.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/triandyn.wordpress.com/163/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triandyn.wordpress.com&amp;blog=11678507&amp;post=163&amp;subd=triandyn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://triandyn.wordpress.com/2010/04/11/sembahyang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/844b4eb8c359f9ca24dd5426fe09c571?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">triandyn</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>10 Tempat Wisata Terancam Punah</title>
		<link>http://triandyn.wordpress.com/2010/04/10/10-tempat-wisata-terancam-punah/</link>
		<comments>http://triandyn.wordpress.com/2010/04/10/10-tempat-wisata-terancam-punah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Apr 2010 18:25:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>triandyn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Go Green]]></category>
		<category><![CDATA[Global Warming]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://triandyn.wordpress.com/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[Sosbud / Jumat, 9 April 2010 13:54 WIB http://www.metrotvnews.com SANGAT ironis, di zaman ini saat transportasi menjadi hal yang sangat mudah, jumlah tempat menakjubkan di dunia yang dapat dilihat malah semakin berkurang. Situs-situs itu sudah terjamah dengan semakin banyaknya penduduk dunia, pemanasan global, dan pembangunan yang tak sensitif terhadap alam. Dengan semakin terancamnya situs-situs tersebut, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triandyn.wordpress.com&amp;blog=11678507&amp;post=159&amp;subd=triandyn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="news-content-timestamp">Sosbud / Jumat, 9 April 2010 13:54 WIB</div>
<div>http://www.metrotvnews.com</div>
<div id="news-content-text">
<p>SANGAT ironis, di  zaman ini saat transportasi menjadi hal yang sangat mudah, jumlah tempat  menakjubkan di dunia yang dapat dilihat malah semakin berkurang.  Situs-situs itu sudah terjamah dengan semakin banyaknya penduduk dunia,  pemanasan global, dan pembangunan yang tak sensitif terhadap alam.</p>
<p>Dengan semakin terancamnya situs-situs tersebut, kami sarankan sebaiknya  Anda menaruh mereka di daftar teratas tujuan destinasi wisata Anda  sebelum terlambat. <a href="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/04/tempat-wisata-punah.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-161" title="Tempat wisata nyaris punah" src="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/04/tempat-wisata-punah.jpg?w=468" alt=""   /></a></p>
<p><span id="more-159"></span><strong>1.  Gletser Pegunungan Alpen</strong><br />
Pegunungan gletser yang membentang dari Alaska ke Greenland lalu ke  Selandia Baru ini terancam akan segera mencair. Para peneliti dari  Universitas Innsbruck memprediksi jika cairnya es terus berlanjut,  gletser akan menghilang pada 2030. <strong></p>
<p>2.  Populasi Singa Afrika di Taman Nasional Kruger, Afrika Selatan </strong><br />
Pada 2006, jumlah &#8216;si Raja Hutan&#8217; di Benua Hitam diperkirakan kurang  dari 50 ribu saja, padahal 30 tahun lalu jumlahnya mencapai 200 ribu  ekor. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab yakni pembunuhan oleh  para peternak karena merasa singa telah memakan hewan ternak mereka dan  para pemburu yang menjadikan kegiatan berburu singa sebagai olahraga.  Belum lagi, singa-singa di taman nasional ini terancam oleh penyakit,  ditambah dengan sedikitnya dana dan korupsi oleh para pengurus taman.</p>
<p><strong>3. Hutan Kabut Monteverde, Kosta Rika </strong><br />
Akibat deforestasi dan perubahan iklim, hutan indah yang berlokasi di  Amerika Tengah ini semakin kehilangan pesonanya. Padahal, hutan kabut  merupakan rumah bagi 30 jenis burung dan 420 jenis anggrek. Beberapa  jenis kodok juga telah hilang, yang paling disayangkan adalah jenis  Monteverde harlequin. Bahkan, kabut yang menjadi daya tarik sekaligus  memberikan kelembapan bagi tempat ini berkurang perlahan akibat  deforestasi.</p>
<p><strong>4. Orang Utan di Tanjung Puting,  Kalimantan </strong><br />
Kesempatan untuk melihat satwa negeri sendiri juga semakin berkurang.  Sebanyak 50 ribu orang utan yang tersebar di Indonesia, Malaysia, dan  Brunei Darussalan kini terancam hampir punah. Tidak hanya pembalak liar,  para petani kelapa sawit juga telah menghancurkan hutan hujan tropis.  Sayangnya, pemerintah kita tidak bertindak tegas terhadap mereka.  Padahal sebagai pulau ketiga terbesar di dunia, tak hanya orang utan, di  Kalimantan juga merupakan rumah bagi gajah asia dan badak sumatra.</p>
<p><strong>5. Taman Nasional Everglades, Florida </strong><br />
Area yang juga dijuluki sebagai &#8216;sungai rumput&#8217; ini ukurannya semakin  berkurang setiap tahunnya akibat irigasi, pertanian, dan pembangunan  tanpa memedulikan ekosistem air di daerah itu. Padahal, selain memukau,  Everglades merupakan rumah bagi berbagai macam hewan, terutama burung.  Kini pemandangan indah itu terancam menghilang. Lebih dari separuh lahan  Everglades telah musnah. Semoga saja namanya tidak berubah menjadi  Neverglades.</p>
<p><strong>6. Taj Mahal, India </strong><br />
Sepertinya Anda mesti memprioritaskan kunjungan wisata ke bangunan ini  karena keindahan makam terpopuler sedunia ini terancam hilang akibat  kerusakan lingkungan. Jelaga, partikulat, dan hujan asam dari  pabrik-pabrik serta kilang di dekatnya menyebabkan warna bagian depan  makam yang putih menjadi kuning pucat. Ironis sekali, makam yang  didirikan raja pada masa itu untuk mengenang istrinya tercinta tak dapat  terpelihara dengan baik kini.<br />
<strong><br />
7. Beruang Kutub di Antartika </strong><br />
Beruang besar putih dan lucu yang biasa kita lihat di iklan Coca Cola  ternyata keberadaannya terancam akibat pemanasan global. Hewan yang  hidup di laut es Kanada dan Alaska ini mengalami kekurangan suplai  makanan. Badan Geologi memperkirakan bila efek pemasanan global terus  terjadi di wilayah itu, diperkirakan beruang kutub akan punah pada 2050.</p>
<p><strong>8. Great Barrier Reef di Queensland,  Australia </strong><br />
Destinasi wisata favorit di Australia sekaligus satu-satunya kumpulan  makhluk hidup yang dapat terlihat dari luar angkasa, Great Barrier Reef,  secara perlahan mengering akibat tingkat keasaman dan suhu air yang  makin tinggi. Naiknya suhu air dapat menyebabkan kumpulan terumbu karang  terbesar di dunia ini mengering. Para peneliti mengkhawatirkan  pemanasan suhu air ini akan membuat terumbu mengering setidaknya dalam  20 tahun ke depan.</p>
<p><strong>9. Rawa Asin di Louisiana </strong><br />
Mungkin Anda akan bertanya, apa sih rawa asin itu? Dan apa kegunaannya?  Rawa asin di pinggir pantai Louisiana dan Mississipi berfungsi sebagai  penyangga yang melindungi New Orleans serta daerah pesisir lainnya dari  bencana seperti badai. Selain sebagai pelindung, rawa-rawa itu juga  terlihat indah dan eksotis dengan hadirnya berbagai jenis burung unik.  Tapi, akibat pembalakan terhadap pohon-pohon cemara oleh pihak angkatan  darat, Louisiana diperkirakan kehilangan lebih dari 25 mil persegi lahan  basah setiap tahunnya.<br />
<strong><br />
10.  Salju di Kilimanjaro, Tanzania </strong><br />
Kilimanjaro merupakan satu-satunya dari tujuh puncak tertinggi di setiap  benua yang dapat didaki. Sayangnya, salju di Kilimanjaro kini semakin  berkurang, meski pemanasan global belun dipastikan sebagai penyebab  utamanya. Karena itu, banyak orang yang berhasrat mendaki gunung ini  sebelum saljunya menghilang, tapi hal itu justru menyebabkan tekanan  terhadap gunung itu lebih berat jika dibandingkan dengan daratan  Serengeti yang berada di dekatnya.(MI/ICH)</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/triandyn.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/triandyn.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/triandyn.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/triandyn.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/triandyn.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/triandyn.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/triandyn.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/triandyn.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/triandyn.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/triandyn.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/triandyn.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/triandyn.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/triandyn.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/triandyn.wordpress.com/159/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triandyn.wordpress.com&amp;blog=11678507&amp;post=159&amp;subd=triandyn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://triandyn.wordpress.com/2010/04/10/10-tempat-wisata-terancam-punah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/844b4eb8c359f9ca24dd5426fe09c571?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">triandyn</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/04/tempat-wisata-punah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tempat wisata nyaris punah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nyepi 1932, apa maknanya bagimu?</title>
		<link>http://triandyn.wordpress.com/2010/03/17/nyepi-1932-apa-maknanya-bagimu/</link>
		<comments>http://triandyn.wordpress.com/2010/03/17/nyepi-1932-apa-maknanya-bagimu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 07:36:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>triandyn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Art and Religion]]></category>
		<category><![CDATA[Go Green]]></category>
		<category><![CDATA[Amati Geni]]></category>
		<category><![CDATA[Amati Karya]]></category>
		<category><![CDATA[Amati Lelanguan]]></category>
		<category><![CDATA[Amati Lelungan]]></category>
		<category><![CDATA[Catur Brata]]></category>
		<category><![CDATA[Makrokosmos]]></category>
		<category><![CDATA[Mikrokosmos]]></category>
		<category><![CDATA[Moksa]]></category>
		<category><![CDATA[Nyepi]]></category>
		<category><![CDATA[Pelataran Candi Prambanan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengendalian diri]]></category>
		<category><![CDATA[Pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Sang Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun Baru Caka 1932]]></category>
		<category><![CDATA[Titik Nol]]></category>
		<category><![CDATA[Toleransi]]></category>
		<category><![CDATA[Tri Hita Karana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://triandyn.wordpress.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[Aum Bhur Bvah Svah, tat savitur varenyam, bhargo dewasya dimahi, dhyo yo nah praco dayat. Perayaan Nyepi kali ini sungguh istimewa karena setelah 10 tahun tinggal di Jogja baru kali ini saya mengikuti Upacara Wisuda Bumi yang dihadiri oleh para pejabat tingkat nasional hingga lokal. Yang hadir antara lain Menteri Agama, Surya Dharma Ali, Gubernur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triandyn.wordpress.com&amp;blog=11678507&amp;post=143&amp;subd=triandyn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/03/15032010046.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-142" title="Nyepi Tahun Baru Caka 1032 di Pelataran Candi Prambanan - Jogjakarta - Indonesia" src="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/03/15032010046.jpg?w=300&#038;h=224" alt="" width="300" height="224" /></a></p>
<p><em>Aum Bhur Bvah Svah, tat savitur varenyam, bhargo dewasya dimahi, dhyo yo nah praco dayat. </em></p>
<p>Perayaan Nyepi kali ini sungguh istimewa karena setelah 10 tahun tinggal di Jogja baru kali ini saya mengikuti Upacara Wisuda Bumi yang dihadiri oleh para pejabat tingkat nasional hingga lokal. Yang hadir antara lain Menteri Agama, Surya Dharma Ali, Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, Bupati Surakarta, Klaten dan Sleman, dan para pejabat di lingkungan organisasi Hindu mulai dari Parisadha Pusat hingga Daerah Jateng-DIY. Selain karena memang acara perayaan Nyepi Tahun Baru Caka 1932 ini secara nasional dipusatkan di Candi Prambanan DIY, kehadiran para pejabat ini merupakan satu bentuk penghargaan yang patut diapresiasi oleh Umat Hindu. Ini merupakan tauladan dari pemimpin yang menunjukkan bahwa tolernsi dan tepo seliro diantara umat beragama masih dan harus tetap dijaga dengan baik.<span id="more-143"></span></p>
<p>Nyepi kali ini mengusung tema Perayaan Nyepi Tahun Baru Caka 1932 sebagai momentum penyadaran diri untuk mempererat persaudaraan untuk memajukan bangsa (kurang lebih sih begitu&#8230; abis spanduknya ketutupan &#8220;pajeng&#8221; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  ). Tema ini rasanya sangat tepat ditengah hangatnya suhu politik dan isu keamanan di Indonesia pasca kasus Bank Century dan tertembaknya Dulmatin, teroris yang paling dicari di seluruh Indonesia. Suhu politik yang menghangat ini ditandai dengan banyaknya kerusuhan di berbagai daerah akibat ketidakpuasan sebagian orang terhadap sistem yang berjalan yang kemudian mengapresiasikan pendapatnya melalui jalan-jalan kekerasan dan anarki. Tentu saja ini berpotensi untuk meningkatkan pikiran-pikiran negatif yang seharusnya justru dikurangi. Umat Hindu harus bisa mengendalikan diri agar tidak terpancing untuk melakukan perbuatan yang hanya akan menghasilkan karma buruk.</p>
<p>Yang membahagiakan adalah dukungan eksplisit dari Menteri Agama dan Gubernur Jateng untuk menjadikan situs-situs budaya yang memiliki nilai spiritual – termasuk Candi Prambanan – sebagai pusat kegiatan kerohanian umat beragama. Jadi dengan demikian, situ-situs ini seharusnya menjadi tanggung jawab bersama antara Kementrian Pariwisata dan Kebudayaan dengan Kementrian Keagamaan. Artinya, kami tidak lagi diperlakukan seperti wisatawan – namun sebagai bhakta – saat akan beribadah di situs-situs tersebut.</p>
<p><strong>Makna Perayaan Nyepi</strong></p>
<p>Saya sangat sependapat dengan yang disampaikan oleh Bapak Gubernur Jateng dalam sambutannya, bahwa Upacara Tawur Agung Kesanga bertujuan untuk mensucikan alam sebagai wujud syukur kita atas apa yang sudah kita nikmati dari alam. Upacara ini juga bermaksud untuk mengembalikan keharmonisan alam yang sejauh ini semakin tidak seimbang sebagai akibat ekspliotasi (berlebihan) oleh manusia. Itu secara makrokosmos.</p>
<p>Secara mikrokosmos, ini adalah momentum kita untuk merenungkan kembali tujuan hidup. <em>Moksartham jagadhita ya ca iti Dharma</em>. Kita hidup adalah untuk melaksanakan dharma (kebenaran, kebaikan) untuk mencapai Moksa (menyatu dengan Sang Pencipta). Jaman Kaliyuga seperti ini memberikan banyak sekali kemudahan bagi kita untuk memanjakan Panca Indria, menikmati berbagai kesenangan. Berbagai cara – bahkan cara-cara yang tidak dibenarkan pun – ditempuh untuk bisa menikmati berbagai kesenangan duniawi. Kita lupa untuk memberi makan rohani, karena terlalu sibuk dengan urusan jasmani yang lebih kasat mata. Semakin larut dengan ini, semakin jauh kita dari tujuan hidup. Moksa (kebebasan dari ikatan duniawi, menyatu kembali dengan Sang Pencipta) hanya bisa dicapai bila pikiran kita bebas dari keterikatan, bebas dari rasa ingin memiliki, bebas dari rasa ingin menikmati, bebas dari ego. Pikiran bisa bebas bila “diri kita yang sebenarnya” mampu mengendalikannya. Nyepi adalah momentum untuk mencari Sang Jati Diri, mengenalnya lebih jauh untuk kemudian menguatkannya agar mampu mengendalikan pikiran.</p>
<p>Jadi, Nyepi bukan sekedar menyepi dari aktivitas sehari-hari atau dari pergaulan dengan kerabat dan teman. Nyepi bukan sekedar mengarak Ogoh-ogoh keliling kampung, lalu setelah itu tawuran dengan anak kampung sebelah karena Ogoh-ogoh mereka “melanggar batas desa kita”. Nyepi bukan sekedar diam di rumah, tidak menyalakan lampu, tapi lalu ngobrol dengan sanak saudara membahas keburukan orang lain. Nyepi bukan sekdar menahan lapar dan dahaga, tapi pikiran melayang kemana-mana; “besok buka puasa dengan makanan yang enak-enak”, “bunga deposito saya sekarang jadi berapa”, “apa sebaiknya pemilik toko sebelah saya tuntut saja karena area tokonya sudah melanggar batas tanah saya&#8230;”, “pasien saya yang itu kan konglomerat, jadi tidak apa-apa kalau saya resepkan obat yang mahal-mahal. Bonusnya bisa untuk bayar cicilan rumah&#8230;”, dan seterusnya.</p>
<p>Catur Brata (4 jenis puasa atau pengendalian diri yang harus dilakukan oleh Umat Hindu) bukanlah sekedar puasa lahiriah. 1) Amati Geni (tidak menyalakan api) maknanya adalah harus memadamkan segala nafsu yang menguasai pikiran. Nafsu untuk menikmati kesenangan duniawi yang sifatnya lahiriah maupun batiniah. Saya pernah membaca kata-kata bijak: dalam diri tiap manusia ada serigala baik dan serigala jahat. Yang hidup, tumbuh dan menjadi kuat adalah yang diberi makan. Jadi jika sifat pemarah, iri dengki, pemalas dan sebagainya yang kita “beri makan”, kita sudah tau manusia berkualitas apa kita jadinya.  2) Amati lelungan (tidak bepergian) , berhenti sejenak dari aktivitas hubungan dengan kehidupan di luar diri, untuk lebih mengenal Sang Diri yang ada di dalam.  3) Amati Karya (tidak bekerja), yaitu tidak melakukan pekerjaan yang hanya mengingatkan kita pada pemenuhan kebutuhan duniawi (yang akan merusak konsentrasi dan usaha Sang Diri untuk mengendalikan pikiran) dan tidak mengekploitasi alam secara berlebihan atas nama peningkatan perekonomian, 4) Amati lelanguan (tidak bersenang-senang), apalagi jaman sekarang banyak sekali cara yang bisa dilakukan untuk bersenang-senang di dunia nyata maupun dunia maya. Jika kita berhasil berpuasa (baca: mengendalikan keempat hal tersebut) maka artinya kita sudah belajar untuk mengendalikan pikiran. Kita akan menjadi lebih seimbang dan kembali ke Titik Nol.</p>
<p>Secara makro, jika seluruh Umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian dengan benar dan sungguh-sungguh, maka dampaknya akan sangat luar biasa. Alam akan menjadi lebih seimbang, karena ada waktu untuk istirahat dan <em>recovery</em> selama 24 jam dari aktivitas eksploitasi. Apalagi jika ini dilakukan oleh seluruh umat manusia dalam intensitas yang lebih sering, kehamonisan alam akan bisa dicapai.</p>
<p><strong>Nyepi dan Green Life Style</strong></p>
<p>Jika kita maknai secara mendalam mengenai Catur Brata Penyepian, maka sesungguhnya akan terlihat hubungan yang sangat erat antara pelaksanaan ajaran Hindu dengan kelestarian lingkungan. Tri Hita Karana merupakan konsep yang mengajarkan kita untuk menjaga keharmonisan hubungan dengan 1) Sang Pencipta, 2) sesama manusia, dan 3) makhluk lain yang menghuni alam semesta ini, baik yang terlihat oleh mata maupun tidak. Jika manusia menyakiti alam dan makhluk lain, artinya manusia sedang memutuskan hubungan spiritual dengan Sang Pencipta. Jika alam diekploitasi berlebihan, bencanakan hasilnya. Manusia harus bisa menjadi seperti kupu-kupu yang menghisap sari bunga tanpa merusak bunganya, sambil ia sendiri menjadi penghias alam. Melaksanakan Catur Brata Penyepian adalah salah satu aplikasi dari pelaksanaan konsep ini, dimana sisi spiritual kita diasah dengan berlatih mengendalikan pikiran dan berkonsentrasi pada-Nya, sedangkan sisi jasmaniah kita diasah pula agar tidak selalu menuruti kemauan Pikiran yang hanya akan menjauhkan kita dari-Nya. Usai Nyepi diharapkan hati kita bersih kembali, pikiran bersih dan seimbang, kembali ke Titik Nol. Hubungan dengan sesama manusia dipulihkan dengan saling memaafkan. Hubungan dengan alam otomatis menjadi lebih harmonis dengan berhentinya aktivitas eksploitasi alam dan semua mahluk di dalamnya meskipun hanya sejenak.</p>
<p>Jadi dengan melaksanakan Nyepi, Umat Hindu juga mendukung upaya pengurangan pemanasan global. Dengan Amati Karya dan Amati Lelungan, berarti tidak ada konsumsi listrik dan BBM. Dengan Amati Lelanguan, berarti tidak ada kendaraan bermotor di jalan sehingga konsumsi BBM jauh berkurang dan polusi udara bertenti sejenak. Dengan Amati Geni berarti tidak makan dan minum, menjaga emosi, mengendalikan diri, mengurangi sifat konsumtif. Produksi limbah (termasuk sampah rumah tangga) jauh berkurang.</p>
<p>Tulisan ini adalah hasil pemahaman saya yang masih sangat dangkal tentang makna Nyepi bagi umat manusia yang mempercayainya. Tentu saja ada banyak kekurangan dalam tulisan ini, dan jika ada pembaca yang mau berbaik hati untuk memberikan pencerahan kepada saya, tentu saja saya akan sangat berterima kasih.</p>
<p>Akhirnya, saya ingin mengutip kata-kata dari sebuah kartu yang beredar saat mengikuti rangkaian persembahyangan di Candi Prambanan “be a hero, save the world by doing nothing”.</p>
<p>Selamat merayakan Nyepi dan selamat Tahun Baru Caka 1932 bagi saudara-saudaraku umat Hindu di seluruh dunia. <em>Aum Namo Ciwa ya</em>. Semoga pikiran yang baik datang dari segala penjuru. Semoga damai di hati, damai di dunia, damai selalu.</p>
<p><a href="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/03/prambanan-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-144" title="Prambanan 1" src="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/03/prambanan-1.jpg?w=468&#038;h=361" alt="" width="468" height="361" /></a></p>
<p><a href="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/03/prambanan-22.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-148" title="Prambanan 2" src="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/03/prambanan-22.jpg?w=468&#038;h=400" alt="" width="468" height="400" /></a></p>
<p><a href="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/03/prambanan-31.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-149" title="Prambanan 3" src="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/03/prambanan-31.jpg?w=468&#038;h=266" alt="" width="468" height="266" /></a></p>
<p><a href="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/03/prambanan-41.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-151" title="Prambanan 4" src="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/03/prambanan-41.jpg?w=468&#038;h=199" alt="" width="468" height="199" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/triandyn.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/triandyn.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/triandyn.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/triandyn.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/triandyn.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/triandyn.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/triandyn.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/triandyn.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/triandyn.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/triandyn.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/triandyn.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/triandyn.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/triandyn.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/triandyn.wordpress.com/143/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triandyn.wordpress.com&amp;blog=11678507&amp;post=143&amp;subd=triandyn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://triandyn.wordpress.com/2010/03/17/nyepi-1932-apa-maknanya-bagimu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/844b4eb8c359f9ca24dd5426fe09c571?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">triandyn</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/03/15032010046.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Nyepi Tahun Baru Caka 1032 di Pelataran Candi Prambanan - Jogjakarta - Indonesia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/03/prambanan-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Prambanan 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/03/prambanan-22.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Prambanan 2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/03/prambanan-31.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Prambanan 3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/03/prambanan-41.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Prambanan 4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pokja untuk Efektivitas Proses ke PPK BLUD</title>
		<link>http://triandyn.wordpress.com/2010/03/10/pokja-untuk-efektivitas-proses-ke-ppk-blud/</link>
		<comments>http://triandyn.wordpress.com/2010/03/10/pokja-untuk-efektivitas-proses-ke-ppk-blud/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 16:55:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>triandyn</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[BLUD]]></category>
		<category><![CDATA[PMPK FK UGM]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Meuraxa]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit Daerah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://triandyn.wordpress.com/?p=136</guid>
		<description><![CDATA[Bermacam usaha dan langkah yang ditempuh oleh rumah sakit daerah dalam rangka menerapkan aturan tentang Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK BLUD). Mengirim staf ke pelatihan-pelatihan terkait, mengundang narasumber, hingga meng-hired konsultan untuk membantu persiapan penerapan aturan tersebut, adalah yang paling umum dilakukan. Apapun bentuk kegiatannya, yang terpenting adalah terjadi peningkatan kompetensi pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triandyn.wordpress.com&amp;blog=11678507&amp;post=136&amp;subd=triandyn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bermacam usaha dan langkah yang ditempuh oleh rumah sakit daerah dalam rangka menerapkan aturan tentang Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK BLUD). Mengirim staf ke pelatihan-pelatihan terkait, mengundang narasumber, hingga meng-<em>hired</em> konsultan untuk membantu persiapan penerapan aturan tersebut, adalah yang paling umum dilakukan. Apapun bentuk kegiatannya, yang terpenting adalah terjadi peningkatan kompetensi pada RSUD yang bersangkutan. Kompetensi meliputi komponen knowledge, skill, dan attitude. Jadi, tidak sekedar “ganti baju” dari swadana/non swadana/SKPD biasa ke BLUD.<span id="more-136"></span></p>
<p><a href="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/03/rs-1.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-137" title="RS-1" src="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/03/rs-1.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a>Dari pengalaman PMPK FK UGM dalam mendampingi persiapan RSUD-RSUD menuju penerapan PPK BLUD, cara paling efektif adalah dengan membentuk Pokja (kelompok kerja). Selain sebagai conterpart antara RS dengan pihak-pihak luar yang membantu proses, Pokja ini juga akan menjadi media pembelajaran RS pada umumnya, dan khususnya individu yang terlibat, mengenai apa dan bagaimana BLUD itu. Pemahaman yang lebih baik akan meningkatkan efektivitas proses, karena setiap orang yang paham dan terlibat berpotensi menjadi <em>internal agent of change</em> di RS. </p>
<p>Pokja apa saja yang diperlukan? Siapa saja yang perlu dilibatkan sebagai anggota Pokja? Berapa banyak anggota tim itu seharusnya?</p>
<p>Well, tentu saja semua ini tergantung pada kondisi dan kebutuhan RS. Sedapat mungkin 1 pokja konsentrasi untuk menyelesaikan 1 tugas, misalnya menyusun 1 dokumen syarat administratif BLUD. Ini untuk memaksimalkan proses pembelajaran, menghindari tumpukan tugas yang tidak jelas serta kesulitan dalam manajemen waktu. Yang perlu dilibatkan adalah mereka yang memiliki kompetensi yang diperlukan. Seringkali RS mengangkat anggota Pokja berdasarkan posisi atau jabatan, dimana hal ini justru banyak menghambat kinerja Pokja jika anggota yang bersangkutan tidak memiliki ketertarikan atau keterampilan yang diperlukan. Tentu saja jumlah anggotanya disesuaikan dengan beban kerja. Namun rata-rata 4-7 orang adalah jumlah yang ideal. Lebih dari itu akan terjadi pemborosan tenaga, padahal mengelola banyak orang juga tidak mudah. Kurang dari 4 akan menjadi beban yang berat bagi Pokja, terutama jika bobot tugasnya cukup berat.</p>
<p>Sebagai ilustrasi, berikut ini adalah komposisi Pokja yang bisa dibentuk oleh RS.                </p>
<p>1. Pokja SPM</p>
<ol>
<li>Koordinator Pokja: Bidang Pelayanan (atau siapa saja yang dianggap punya kompetensi untuk memimpin tim)</li>
<li>Anggotanya terdiri dari perwakilan dari setiap unit pelayanan yang ada di RS</li>
</ol>
<p> </p>
<p>2. Pokja RSB</p>
<ol>
<li>Koordinator Pokja: Bidang Perencanaan</li>
<li>Anggotanya:</li>
</ol>
<p>       i.      Perwakilan dari staf medis/komite medik (yg memiliki visi ttg pengembangan produk pelayanan klinik RS)</p>
<p>        ii.       Rekam Medis</p>
<p>         iii.      Bagian Keuangan</p>
<p>          iv.      2 orang staf pendukung (entri data dan menulis laporan)</p>
<p>           v.      Direktur RS</p>
<p>3. Pokja Tata Kelola:</p>
<ol>
<li>Koordinator: Bagian Kepegawaian, atau Bagian TU, atau Sekretariat</li>
<li>Anggota:</li>
</ol>
<p>      i.      Kepegawaian/TU/Sekretariat (salah satu, bila tidak ditunjuk jadi koordinator)</p>
<p>       ii.      Komite Medis</p>
<p>        iii.      Perwakilan dari staf medis fungsional</p>
<p>         iv.      Direktur RS</p>
<p>4. Pokja Laporan Keuangan Pokok:</p>
<ol>
<li>Koordinator: Kabag Keuangan</li>
<li>Anggota: Staf Keuangan</li>
</ol>
<p> </p>
<p><a href="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/03/img_3739.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-138" title="Pokja BLUD RSUD Meuraxa" src="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/03/img_3739.jpg?w=300&#038;h=224" alt="" width="300" height="224" /></a>Kualitas proses persiapan akan mempengaruhi kualitas “mental” rumah sakit dalam menghadapi berbagai konsekuensi yang muncul dengan menerapkan PPK BLUD. Salah satu contoh RS yang berhasil membentuk Pokja yang berkinerja baik adalah RSUD Meuraxa, milik Pemerintah Kota Banda Aceh. Meskipun tidak seluruh anggota pokja secara proaktif memberikan kontribusi yang maksimal, namun kepemimpinan para koordinator cukup efektif untuk mendorong Pokja untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Setelah RS ini ditetapkan sebagai BLUD pada 22 Desember 2009, Pokja-pokja yang ada masih tetap aktif untuk melanjutkan proses pasca penetapan, yaitu membangun berbagai sistem operasional yang diperlukan. Ini menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan peran dari Pokja “biasa” menjadi “agent of change” di RSUD Meuraxa.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/triandyn.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/triandyn.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/triandyn.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/triandyn.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/triandyn.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/triandyn.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/triandyn.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/triandyn.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/triandyn.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/triandyn.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/triandyn.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/triandyn.wordpress.com/136/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/triandyn.wordpress.com/136/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/triandyn.wordpress.com/136/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=triandyn.wordpress.com&amp;blog=11678507&amp;post=136&amp;subd=triandyn&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://triandyn.wordpress.com/2010/03/10/pokja-untuk-efektivitas-proses-ke-ppk-blud/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/844b4eb8c359f9ca24dd5426fe09c571?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">triandyn</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/03/rs-1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">RS-1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://triandyn.files.wordpress.com/2010/03/img_3739.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Pokja BLUD RSUD Meuraxa</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
